#JKW4P : Mengapa Jokowi Harus Jadi Presiden Untuk Menyelesaikan Masalah Jakarta?

Ada tulisan menarik di Kompasiana yang saya arsip untuk wawasan saya tentang mengapa Jokowi harus jadi Presiden kalau ingin Jakarta lebih oke.

berikut tulisan lengkapnya

Jokowi belum selesai masa jabatan Gubernur DKI kok mencalonkan diri jadi presiden?
Pertanyaan gampang ini sudah berkali-kali dijawab tapi gak apa-apa, silakan menyimak buat yang belum baca. Kondisinya persis seperti pertanyaan rakyat Solo yang terlanjur mencintai Jokowi bertanya: Mengapa Jokowi meninggalkan Solo dan harus ke Jakarta.
--------------------------------------------------------------------------------
Mari kita berpikir arif dan realistis, jangan idealis dulu. Jokowi jadi presiden itu karena dia "DIMINTA" bukan dia yang menyodorkan apalagi jual diri seperti capres-capres lain yang pada nggak tahu diri sok Pede mau jadi presiden padahal elektabilitasnya gak ada seujung kukunya Jokowi.
Kita semua tahu kalau untuk mberesin jakarta itu gak gampang dan gak bisa dalam waktu singkat. Minimal dalam waktu sesingkat itu hasilnya riil.. dia bener-bener meres otak meres keringat niat kerja! selalu kelihatan kok memang bener-bener tiap hari seharian kerja! Saking fokusnya kerja mikirin rakyat sampai makan aja ala kadarnya dan istirahat juga kurang. Yang kayak gini masih juga dikeritik maka orang ngeritik itu bener-bener nggak tahu diri. Coba saja bandingkan Jokowi dengan Foke dan gubernur sebelumnya yang selama menjabat gak kelihatan sama sekali hasilnya.
Gubernur-gubernur jakarta sebelumnya kebanyakan cuma ngurusin proyek-proyek jangka pendek yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah Jakarta. Kebanyakan proyek jangka pendek yang cepet cair dan bisa langsung dipanen (biar bukan gubernur selanjutnya yang menikmati).
Contohnya Sutiyoso.. tinggal bikin jalan, pembatas dan halte, jadilah busway.. duwit langsung cair dan buat uang saku dia untuk bikin partai, nyalon presiden dan pensiun nanti. Jokowi? dia satu-satunya gubernur yang mengarah ke pembangunan MRT dan Monorail yang jelas-jelas proyek jangka panjang dan non profit karena kemungkinan proyek selesai Gubernurnya sudah ganti (nah yang ini baru bener bikin angkutan anti macet dan nggak bikin macet). Saya sendiri bisa rasakan sendiri, jangankan pas jalan di Eropa, di Negara Tetangga Asean saja kayak Malaysia, Singapore, Thailand dll udah pada punya MRT dan monorail. Cuma Indonesia yang gak punya!!! Malu benerr...
Jadi nih Jokowi gak cuma deket sama rakyat tapi dia juga mendengar langsung suara rakyat dan tahu apa yang mereka butuhkan (rakyat didatangi dan didenger aja adem kok bro.. apalagi dibantu, sorry to say, yang kayak gini gue sih sejujurnya langka. Yang lain cuma latah aja sih). Itu cuma contoh kecil saja. beberapa dari kita hanya melihat dari sisi negatifnya saja,
Faktanya adalah gak bakalan ada gubernur macem manapun yang bisa beresin macet dan banjir dalam waktu singkat tanpa support dan campur tangan dari pemerintah pusat. Masalah macet dan banjir ini bukan cuma masalah dan Pe Er Jakarta!!! Tapi Pe Er banyak wilayah.
Semua orang tahu kalau banjir di jakarta tidak lepas dari kiriman dari atas, biarpun jakarta terang benderang yang namanya banjir bisa langsung datang sekonyong-konyong kalau Bogor, depok dan area atas hujan deras. Artinya gak cuma Jakarta yang perlu dibenahi! Presidennya musti nggetok kepala daerah sekitar jakarta supaya gerak (bikin bendungan, sudetan dll) juga biar masalah banjir jakarta bisa cepet selesai.
Macet? Siapa bilang masalah macet cuma masalah Jakarta... salah besar!!! Indonesia ini negara aneh.. Ibukota Jakarta jadi pusat segalanya.. ya pusat Pemerintahan... ya pusat Ekonomi.. pusat segalanya... makanya semua penduduk numpuk di Jakarta.. semuanya gak ada yang fokus, orang pemerintahan nongkrongin orang bisnis, orang bisnis tiap hari nyogokin orang pemerintahan.. makanya rusak semua.
Di luar negeri bahkan Asia selalu disebar... pusat pemerintahan dan pusat bisnis selalu berbeda. Contohnya?
Buanyakk!!: Negara yang dianggap hebat kayak Amerika saja pusat pemerintahan (Washington) terpisah dari pusat ekonomi (New York). Ini jelas-jelas tugas dan wewenang pemerintah Pusat.. bukan Jakarta!
Makanya jangan disalahkan kalau seluruh penduduk Indonesia berbondong-bondong memenuhi jakarta yang merupakan pusat segalanya.
Kebijakan lain-lain yang jelas-jelas mengurangi macet kayak pembatasan produksi kendaraan juga kagak jalan di Indonesia.
Tiap "hari" tambahan ribuan motor dan mobil baru memenuhi jalan. Sementara jumlah dan luas jalan segitu-segitu saja dari dulu. Ini juga Pe-Er dan tanggung jawab Pusat untuk bikin regulasi, bukan jakarta. Jangan takut setoran berkurang gara-gara membatasi jumlah kendaraan dan trayek angkot.
Masih banyak masalah lain yang mentrigger banjir dan macet tapi mayoritas tanggung jawab pusat, bukan daerah. Jadi justru kalau menjadi presiden/mentri/pejabat di pusat malah lebih punya kesempatan dan wewenang untuk membenahi Jakarta.Yang namanya tugas... dimanapun posisinya.. yang penting beritikad baik, fokus, bekerja sepenuh hati demi rakyat. Tidak masalah. Apalagi sebagai Presiden, memimpin negara.
Hayo Jujur.. Gak usah jadi presiden deh. Kita semua klo jadi supervisor tiba-tiba diminta dan dicalonkan jadi manager apalagi direktur perusahaan, apakah kita tolak? Jadi Kepala Desa tiba-tiba diminta dan dicalonkan jadi bupati/walikota, apakah kita tolak? Kami minta jawaban jujur....
Secara realistis mayoritas rakyat indonesia sudah menetapkan hatinya kepada Jokowi sebagai presiden Indonesia. Ini adalah berita gembira buat Jakarta dan Indonesia. Saat ini masalah utama dan terbanyak yang menjadi bottleneck/hambatan pembangunan Jakarta adalah kurangnya respon dan dukungan dari pemerintah pusat. Dengan adanya duo Jokowi sebagai presiden dan Ahok sebagai gubernur Jakarta maka impian rakyat Jakarta agar masalah macet, banjir dll terselesaikan cepat akan menjadi kenyataan.
Bila duo Jokowi Ahok ini kompak dan sinkron maka baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Jakarta akan ada sinergi dan dukungan penuh (full power) dalam penyelesaian masalah jakarta termasuk masalah pembangunan bendungan untuk solve banjir, MRT-Monorail dan jalur anti macet dll yang selama ini justru terhambat oleh pemerintahan pusat di bawah SBY yang cenderung lambat dan kurang responsif terhadap masalah Jakarta. Kami yakin bahwa bila Jokowi memimpin pusat maka dia akan bisa memastikan semua pejabat dan pimpinan pusat untuk full power mendukung Ahok dan Jakarta!
Sumber :
http://politik.kompasiana.com/2014/06/14/bagaimana-kepemimpinan-prabowo-atau-jokowi-jika-terpilih-menjadi-ri-1--666124.html

Terlepas urusan Jakarta, tentunya kami yang didaerah juga mendambakan figur panutan seperti Jokowi untuk menggerakkan daerah menjadi lebih baik.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi kawan?

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.43 WIB

#2019PROJOKOWI

...