#JKW4P : PDIP Nasdem Jabat Erat Siapa Menggiring Mau di Pilpres 2014?

Sobat,
Ini sekedar tulisan imajiner saat saya berdialog dengan member Grup Facebook Relawan Jokowi Presiden (RJP), yang kemudian saya susun ulang menjadi bagian dari catatan harian seorang solitaire macam saya ini. 

Sobat,
Bila merapatnya PDIP dengan Nasdem, dianggap hanya demi media TV okelah... sah saja, karena memang media TV penting untuk sosialisasi sampai nun jauh di pelosok negeri, tentu lebih dari lumayan buat nandingin serangan TV One milik Ical Aburizal di Pileg kedepan, sementara TV Grupnya MNC diabaikan dulu (Partai Hanura Wiranto dan Hari Tanu), toh Grup MNC nya Hari Tanu sudah keok, kuwalat sama Jokowi karena serangannya yg dahsyat hebat ke Jokowi diganjar cukup setimpal dengan perolehan suara Hanura yg ala kadarnya, bila tak bisa dikatakan hancur lebur, binasa berharga mahal. (Puas banget rasanya nulis tiga kalimat terakhir tadi >: )

PIC : Merdeka.com


Sebenarnya jabat tangan kedua partai PDIP Nasdem tersebut mana yang lebih diuntungkan?
Imajinasi saya tak sampai menyentuh hal untung siapa buntung dimana. Saya hanya berimajinasi bagaimana kepiawaian seorang Jokowi memainkan taktik dahsyatnya, merangkul Media jadi punya Media tanpa mengecilkan Nasdem dan Surya Palohnya, bahkan bisa dikata melambungkan Nasdem diawang yang bisa jadi tak pernah mereka angan sebelumnya, serta menjadikan Surya Paloh Sang Bijaksana, nyaris setara dengan Legawanya Megawati yang merelakan Jokowi menjadi Capres Petugas Partainya. Sedap benar gelar kehormatan keduanya didengar bukan?

Meloncat sebentar, menyentil Surya Paloh, benarkah Surya Paloh tak ingin jadi Cawapres setelah dia tak mungkin jadi Capres dengan perolehan suara yang hanya segitu saja (walau untuk sekelas partai baru sudah amat teramat dahsyat dibanding PKPI, PBB)? Saya berpandangan, syah saja siapapun ingin menjadi orang utama di negeri ini, atau setidaknya menjadi yang kedua, toh dengan alasan demi bangsa dan negara, tiap anak negeri punya alasan untuk wajib berbakti saatnya menyumbangkan jiwa raga harta demi negara. Apalagi sudah punya partai dan jadi ketuanya pula. Seribu persen SAH!

Namun tentunya Surya Paloh harus mau dan mampu meredam ambisinya Nyawapres, mengingat beberapa hal, yakni :
  1. Legawanya mendukung Jokowi, sebagai Politisi, Surya Paloh dalam catatan sejarah politik Indonesia akan menjadi Mahal. Menjadikan dia seorang yang lebih bernama, karena berani mengambil sikap dengan cepat disaat Partai lain kasak -kasuk bingung mau ngapain, melawan atau berkawan dengan Jokowi plus PDIPnya
  2. Dari sisi pengusaha Media, utamanya Media TV, jelas Metro TV nya bakal punya punya pangsa pasar baru, iklan masuk bakal kenceng, semangat kembali bergelora menjemput pasar, dimasa persaingan dengan media TV lain begitu teramat dahsyat dalam merebut pasar, langkah ini membuat pamor Metro TV terangkat hebat.
  3. Sebagai seorang Pengusaha sekaligus Politisi, gengsinya naik berlipat2 mengalahkan Hari Tanu yang hengkang darinya, yang lalu terpuruk di Hanura-nya Wiranto.
  4. Sebagai sesama kader gaek Golkar, Gengsinya naik mengalahkan Wiranto Hanura eks Jendral yang sama sama berguru di Golkar
  5. Termasuk menampar muka Prabowo Grindra eks Jendral rekan Wiranto sesama peserta hingar bingar konvensi Golkar dimasa lalu. 
  6. Dan yang terakhir melibas Ical luar dalam sebagai Politikus Golkar, Pengusaha dan punya TV/Media juga.
Surya Paloh yang tersingkir di Golkar kini menjadi buah bibir, menjadi tokoh langka di Pemilu 2014, tokoh yang tak begitu saja mudah diabaikan.

Sobat,
Itulah 6 point "bayaran" Jokowi ke Surya Paloh. Apakah itu kurang cukup? Apalagi Partai Nasdemnya hanyalah partai baru lahir namun sudah digandeng partai sepuh PDIP dan kelak Nasdem bakal berandil merestorasi negeri dan bangsa ini.

Wowww... bagi saya sudah selayaknya sembah sujud dihaturkan ke Jokowi...

Yang terakhir, 
Imajinasi saya melonjak liar, lalu apakah pak Surya, saya ganti dengan sapaan yg lebih santun, bernyali menggiring Jokowi sesuai dengan maunya? Terlalu riskan tentu dengan "hadiah" yang sudah diberikan Jokowi nan berlimpah kepadanya. Pak Surya mestinya menyadari, bila Jokowi saja berani menunjukkan sikap yang tegas dan jelas kepada PDIP dan elitenya, siapapun dan apapun sebutannya, apalah artinya sosok diluar partai. Berani ingkar, bakal terpental kembali menjadi partai pinggiran yang jauh dari lingkaran kekuasaaan. Dan partai lain pun akan berebut tempat menjadi yang terdekat dengan Jokowi. Dan akan semakin malanglah pak Surya, bila saja Wiranto Hari Tanu merangsek merebut simpati menggantikan posisinya dan menendang Metro TV dari jamahan Jokowi, diganti MNC grup, walau selama ini berita tentang Jokowi cenderung teramat miring binti negatif, demi kepentingan politik, apapun dan siapapun dapat berubah.

Ibarat kata Jokowi berujar : Saya Presidennya Bukan Anda!

Itulah jenial dan cerdiknya President Jokowi, merangkul lawan menjadi kawan, mencari manfaat bermodal tekat. Megawati saja tunduk dan salut padanya, rakyat pun penuh harap padanya.

Pak Surya Paloh, jangan anda menjadi Surya Polah, karena takdirlah yang menyiapkan dan mencarikan jalan bagi Jokowi. Takdir pula yang akan menyingkirkan aral yang dihadapi Jokowi.

Manusia Setengah Dewakah Jokowi?
Entah, saya hanya pernah dengar lagunya belum pernah lihat sosoknya

Salam 

PIC : Facebook.com

Canden, Minggu 13 April 2014 12.26 WIB
#JKW4P the Real President Man

#2019PROJOKOWI

...