Carut Marut "Partai Islam" Paska Pileg Menunjukkan Mereka Tidak Islami, Tidak Kompak, bagaimana laku dijual ke Publik?

Sobat,
Mengerikan, itu satu kata untuk mendramatisir kondisi "Partai Islam" di Indonesia. Setelah kasus Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang terlibat urusan dagang sapi, kemudian Ketua Umum P3 yang ikut dalam Kampanye Gerindra dan dengan gagahnya pula meneriakkan yel-yel Hidup Prabowo, atau "kalau tidak Prabowo siapa lagi" berulang dan berulang, yang sangat menyakiti para loyalis P3, dilanjut dengan PKB yang sebelumnya mengajukan alternatif calon Presiden 3 orang, yakni Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rhoma Irama, namun begitu suara PKB nampak seksi diantara Partai lain, maka dengan dalih PKB tidak pernah mencalonkan Wapres, maka Muhaimin pun disodok-sodok untuk maju menjadi Wapres (nya Jokowi?).

Miris melihat semua itu.

Disaat seharusnya mereka melakukan konsolidasi menyongsong  Pilpres 9 Juli, disaat mereka mestinya memperkuat barisan Partai untuk melakukan komunikasi politik, eh malahan gonjang ganjing internal yang mereka kedepankan. Kalau didalam tubuh Partai saja begitu rapuh dalam bersinergi bagaimana mungkin mereka para Partai akan menggalang kebersamaan menyatukan misi dan visi untuk mengusung Capres sendiri misalnya. Suara 3 partai PKS PKB P3 rasanya cukup lah untuk bersatu mengajukan capres sendiri dan ditawarkan ke Partai Nasionalis untuk maju di Pilpres mendatang.

Berlanjut ....

Canden, 16 April 2014 20.13 WIB
Kok mulai ngantuk ya ?....

#2019PROJOKOWI

...