#JKW4P : Boneka Itu Bernama JOKOWI? Ah yang bener bro ... :)

Sobat,

Jokowi hanya menjalani takdirnya menuju RI 1. Dari Walikota menuju Gubernur kemudian menjadi Kandidat "Terkuat" Capres 2014 bukanlah kejadian yang biasa-biasa dan ala kadarnya.
Apakah dia minta ke Mega untuk menjadi Gubernur dan kemudian menjadi Capres? TIdak bukan?
Semua atas "permintaan" atau perintah partai. Lalu apakah hal itu dianggap sebagai boneka Mega? Terlalu dini kalau vonis itu ditimpakan ke mahluk tuhan, capres terseksi, bernama Jokowi.

Sobat, Jokowi bukanlah orang bodoh, goblok atau pandir (maaf ya). Dia bukan pula orang yang lemah, lunglai, gontai tidak tegas seperti yang dipersepsikan orang.
Kalau bodoh, mana mungkin dia jadi walikota 2 kali, gubernur, dan kini dijadikan capres pula?
KAlau tidak tegas, bukankah dia sangat tegas dan tegaan kalau sudah prinsip? Bukti kasat matanya, sudah berapa pejabat/staff dibawahnya yang pindah tempat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya bila ketahuan ngaco kerjanya.

Sobat, saking piawainya Jokowi, sampai sampai Mega pun dibuat malu oleh nya (Jokowi) untuk nyapres lagi, dan tentu akan lebih malu lagi kalau Puan atau anaknya yang lain yang masih ijo-ijo dia capreskan. Itulah hebatnya Jokowi, dia tekuk dan luluh lantakkan ego seorang Mega dan dia berhasil. Siapa yang menjadi boneka yang akan mudah dikendalikan? Siapa mengendalikan siapa?

Pernah baca kisah Walikota melawan Gubernur? Walikota Solo , Jokowi, melawan Gubernurnya, Bibit Waluyo? Kasusnya tentang penggunaan lahan di Solo yang tidak sesuai aturan dan ditolak tegas oleh Jokowi, sehingga Bibit pun keki berat? Namun walau diatas angin, Jokowi tetap hormat kepada Bibit, gubernur atasannya, bahkan menyempatkan diri mencium tangan Bibit sewaktu dia didorong maju jadi Gubernur DKI waktu itu?
Apakah itu tanda kelemahan seorang Capres bernama Joko Widodo, mencium tangan seniornya sebagai tanda hormat sebagai orang timur, apalagi wong solo?

Jokowi bukan boneka, bukan pula pesuruh mega apalagi kepanjangan tangan pengusaha. Hanya karena mau maunya diseret seret nyapres oleh Mega, cium tangan mega dan ngobrol dengan pengusaha?

Sudahkah membaca permintaan Jokowi, cawapresnya harus yang memiliki kemampuan geopolitik dan wawasan global yang mumpuni, dimana kriteria ini menghancurkan ambisi sebagian elite PDIP yang masih saja nekat mau jagoin Puan jadi cawapres Jokowi?

Sudahkah memahami statement dia (sebagai calon presiden) kalau nanti kabinetnya nggak akan ada bagi-bagi kursi, nggak ada jatah jatahan dalam berkoalisi? Menteri ya bekerja untuk Presiden bukan untuk parpol. Nah!

Kalau setingkat Parpol saja dia berani tegas didepan, apalagi hanya dengan setingkat pengusaha yang konon jadi backing Jokowi. Boleh bantu kampanye, tapi nggak bakal ada pembagian proyek.

Sobat, itukah boneka yang dimaksud? Memang perlu pembuktian kelak, kita tak pernah tahu yang bakal "gila" nanti siapa? Mega dengan elite PDIP nya yang sama sekali tidak mampu mengendalikan Jokowi untuk urusan yang "aneh-aneh". Atau Jokowi makin kerempeng karena dia dicapreskan untuk sekedar di"boneka"kan oleh sang juragan. Terlalu murah harga seorang Jokowi bila seperti itu.

Lalu, apakah rakyat akan diam kalau toh kelak itu akan terjadi? Apakah sehina itu Mega, PDIP dan Jokowi?

Saya kira tidak sobat.
Salam,

Usakti, Selasa 1 April 2014 00.29 WIB
gak jadi Golput gara-gara Jokowi nyalon



.

#2019PROJOKOWI

...